Faktanusa.com, Balikpapan – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan dalam pelaksanaan apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antara Wali Kota, pejabat, hingga seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Apel bersama tersebut tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga sarana mempererat hubungan emosional antarpegawai serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi di lingkungan pemerintahan, terutama setelah melewati momentum Lebaran.

“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para pegawai saling bermaafan sebagai bagian dari tradisi Halal Bihalal. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah sekaligus memperkokoh solidaritas di lingkungan kerja.

Rahmad juga berharap kebersamaan tersebut dapat membawa energi positif bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan ke depan.

“Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni,” katanya.

Selain mempererat silaturahmi, Pemerintah Kota Balikpapan juga tengah mematangkan kebijakan strategis terkait sistem kerja ASN. Salah satunya adalah rencana penerapan skema Work From Home (WFH) yang kini masih menunggu keputusan resmi melalui surat edaran wali kota.

Rahmad menegaskan bahwa penerapan sistem kerja fleksibel tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa ASN tetap memiliki tanggung jawab penuh, meskipun bekerja dari lokasi yang berbeda.

“WFH bukan berarti membatasi kita dalam bekerja. Kalau memang diperlukan hadir di kantor, tentu harus hadir. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian sistem kerja yang mengikuti arahan pemerintah pusat, sekaligus menjadi langkah menuju transformasi birokrasi yang lebih modern dan adaptif.

Meski demikian, implementasi WFH di Balikpapan akan dilakukan secara selektif. Tidak semua organisasi perangkat daerah (OPD) akan menerapkan sistem tersebut, terutama unit kerja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Pemerintah memastikan bahwa layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, serta pelayanan administrasi di tingkat kecamatan dan kelurahan tetap berjalan normal seperti biasa.

Selain itu, sistem pelaporan kinerja ASN juga tetap diberlakukan secara ketat melalui aplikasi berbasis digital. Hal ini bertujuan untuk memastikan produktivitas pegawai tetap terjaga meskipun bekerja secara fleksibel.

Dengan adanya kombinasi antara penguatan kebersamaan melalui Halal Bihalal dan rencana penerapan sistem kerja fleksibel, Pemkot Balikpapan optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif.

Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh jajaran pemerintah untuk kembali fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan semangat baru pasca Idulfitri.  (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading