BANDAR LAMPUNG – Keterbatasan dukungan anggaran tidak menyurutkan langkah Hapkido Kalimantan Timur (Kaltim) untuk tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido ke-9. Dengan strategi keberangkatan yang disesuaikan kemampuan anggaran, kontingen Kaltim justru mampu membawa pulang 15 medali dari arena pertandingan di GOR Siger Bandar Lampung.

Kontingen yang diperkuat atlet terbaik Kaltim lintas kategori (kadet, junior, dan senior) yang berasal dari empat daerah, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Samarinda, dan Kabupaten Paser itu mengoleksi dua medali emas, tiga perak, dan 10 perunggu. Capaian tersebut sekaligus dilengkapi penghargaan Best Team Participant dalam kejuaraan yang berlangsung 26-27 September 2026.

Seluruh pendampingan teknis di lapangan dikawal oleh jajaran pelatih yakni Sabum Maman Usman asal Balikpapan dan Sabum Edi Adam asal Kutai Timur. Sementara posisi Manajer Tim diemban oleh Sabum Juli Prastomo dari Balikpapan yang juga menjabat sebagai Bendahara Pengda Hapkido Kalimantan Timur.

Juli Prastomo mengatakan kondisi anggaran membuat tim harus menghitung kebutuhan keberangkatan secara efisien. Salah satu strategi yang diterapkan yakni membagi kontingen dalam dua kloter dengan moda transportasi berbeda.

“Memang ada keterbatasan anggaran, sehingga kami harus melakukan efisiensi. Keberangkatan akhirnya dibagi menjadi dua kloter dengan jalur yang berbeda,” ujar Juli, Senin (28/9/2026).

Kloter pertama berangkat dari Balikpapan pada 21 September melalui jalur laut menuju Surabaya. Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Bandar Lampung dan tiba pada 25 September siang.

Sementara atlet asal Balikpapan yang masuk kloter kedua berangkat melalui jalur udara pada 23 September. Keberangkatan kelompok ini mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Balikpapan dan tiba di Lampung pada 24 September.

Setelah seluruh kontingen berkumpul di Bandar Lampung, persiapan dilanjutkan dengan technical meeting pada 25 September. Sehari setelahnya, para atlet mulai turun bertanding hingga 27 September untuk memperebutkan posisi terbaik di nomor masing-masing.

Hasil pertandingan menunjukkan efektivitas persiapan para atlet Kaltim. Dua emas disumbangkan Sofyan Rosykin Efendi melalui nomor Nakbob Long Jump Putra dan Muhammad Aji Ferdinand pada nomor Dairyun Junior Under 43 kilogram Putra.

Sementara tiga medali perak masing-masing diraih Muhammad Rais Pandi Hakim di Dairyun Senior Under 84 kilogram Putra, Sofyan Roziqin Efendi pada Nakbob High Jump Putra, serta Ksatria Ryu di Dairyun Junior Under 43 kilogram Putra.

Tambahan 10 medali perunggu diperoleh Jihan Salsabila Hamida Sugio, Maulana Malik Bahagia Cut, Rahmalia Yoniex Kurniawan, Devara Zaki Andaru, Gilang Saputra, Alief Emerald Tristian Tirto Sukoco, Muhammad Rafli Rahantan, Rizky Bagus Maulana, Flavio Sergio Lefpon Tatali, dan Jihan Gaziah Nabila dari berbagai nomor kategori senior maupun junior.

Selain perolehan medali, kontingen Kaltim juga mendapat penghargaan Best Team Participant. Penghargaan tersebut menjadi capaian tambahan setelah tim menyelesaikan seluruh pertandingan dengan komposisi atlet lintas kategori.

Juli menyebut Kejurnas kali ini tidak hanya menjadi arena untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi kesempatan mengukur kesiapan atlet Kaltim menuju agenda yang lebih besar. Hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi bagi Pengda Hapkido Kaltim, terutama dalam mempersiapkan atlet menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dipersiapkan lebih matang karena target berikutnya adalah babak kualifikasi PON,” katanya.

Babak kualifikasi tersebut diproyeksikan menjadi tahapan menuju PON XXII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hapkido direncanakan mempertandingkan 21 nomor pada ajang tersebut.

Keberhasilan di Bandar Lampung juga menjadi bagian dari periode baru organisasi Hapkido Kaltim setelah pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov). Dalam forum tersebut, H. Hendri Syachrum Syah ditetapkan sebagai Ketua Umum Hapkido Kaltim.

Setelah seluruh agenda kejuaraan selesai, rombongan Kaltim mulai meninggalkan Bandar Lampung pada Senin, 28 September 2026. Sebagian atlet pulang melalui jalur udara, sedangkan rombongan lainnya kembali melalui jalur darat dan laut dengan rute Bandar Lampung-Surabaya-Balikpapan dan diperkirakan tiba pada 1 Oktober 2026.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu keberangkatan dan perjuangan tim, termasuk KONI Kaltim dan Dispora Balikpapan. Dukungan itu sangat berarti bagi kami untuk tetap bisa mengikuti kejuaraan ini,” pungkas Juli. (Ain)

Loading