
Faktanusa.com, Balikpapan — Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi NasDem, Hj Yusdiana, di Kelurahan Muara Rapak dipadati warga. Agenda yang digelar di Jalan Borobudur RT 36, Balikpapan Utara, Rabu (29/4/2026), menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Sejumlah isu krusial mencuat dalam forum tersebut, mulai dari penanganan sampah, distribusi air bersih, hingga kebutuhan fasilitas kesehatan. Kegiatan reses masa sidang II tahun 2025/2026 itu juga dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Bappeda Litbang, DPU, Disdikbud, DKK, DLH, Dishub, serta Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Ketua RT 15 Muara Rapak, Ahmad Rosani, menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin tidak terkendali. Ia menyebut, penutupan sejumlah bank sampah di jalan utama justru memicu penumpukan di titik lain, termasuk di lingkungan permukiman warga.
“Sekarang sampah malah menumpuk di lingkungan kecil. Bahkan ada warga yang membuang dalam jumlah besar sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah sesuai aturan. Karena itu, ia meminta pemerintah menghadirkan solusi konkret agar persoalan tidak terus berulang.
Selain sampah, Ahmad juga mengeluhkan distribusi air bersih yang belum merata. Ia mengungkapkan, aliran air kerap mengalami gangguan, terutama di wilayah dataran tinggi yang hingga kini belum terlayani secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan bahwa persoalan sampah di Balikpapan cukup kompleks. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan usia tempat pembuangan akhir (TPA) yang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun ke depan.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” jelas perwakilan DLH.
DLH juga menyebutkan bahwa pengurangan bak sampah di jalan protokol dilakukan untuk menjaga estetika kota. Sebagai alternatif, pemerintah akan menyiapkan kontainer berkapasitas besar di sejumlah titik strategis.
Sementara itu, perwakilan PTMB, Dedy Hermawan, mengungkapkan bahwa gangguan distribusi air dipengaruhi tingginya penggunaan pada jam-jam tertentu, khususnya pagi hari. Hal ini menyebabkan tekanan air menurun, terutama di kawasan yang berada di ketinggian.
“Saat jam puncak, penggunaan meningkat signifikan sehingga tekanan air melemah. Kami terus berupaya menambah booster untuk memperkuat distribusi,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menampung air sebagai langkah antisipasi, sembari menunggu peningkatan layanan yang sedang diupayakan.
Keluhan lain datang dari Ketua RT 86 Muara Rapak, Suprapto, yang menyoroti mandeknya pembangunan Puskesmas Muara Rapak di Jalan Klamono. Ia mengaku khawatir karena proyek tersebut belum menunjukkan kelanjutan, sementara fasilitas kesehatan yang ada sudah tidak mencukupi.
“Kami sangat membutuhkan puskesmas yang representatif, apalagi untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj Yusdiana menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap persoalan yang disampaikan warga. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk menelusuri penyebab terhentinya pembangunan puskesmas.
“Semua aspirasi ini akan kami tindak lanjuti. Untuk puskesmas, saya akan turun langsung melihat kendalanya agar bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya fasilitas kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pembangunan.
Selain itu, Yusdiana turut menyinggung rencana pengembangan sektor pendidikan di Muara Rapak. Ia mengaku tengah memperjuangkan pembangunan sekolah yang lebih dekat dengan permukiman warga guna mempermudah akses pendidikan.
“Kami ingin fasilitas pendidikan semakin dekat dengan masyarakat, sehingga anak-anak bisa mengakses sekolah dengan lebih mudah,” pungkasnya.
Melalui reses ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, sehingga kualitas layanan publik di Muara Rapak dapat terus ditingkatkan. (Adv./Shin/**)
![]()


