Faktanusa.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar dengan mendorong transformasi seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi “Puskesmas Sehat”. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pengelolaan lingkungan medis yang lebih ketat dan berstandar tinggi.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa konsep “Puskesmas Sehat” harus diwujudkan secara menyeluruh, baik dari sisi pelayanan, tenaga kesehatan, hingga aspek lingkungan. Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan limbah medis yang dinilai krusial dalam menjaga keselamatan pasien dan masyarakat sekitar.

“Puskesmas tidak cukup hanya memberikan layanan kesehatan yang baik, tetapi juga harus memastikan lingkungannya aman. Limbah medis wajib dikelola melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak menimbulkan dampak negatif,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, penerapan standar kesehatan lingkungan menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi di fasilitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, seluruh Puskesmas diwajibkan menerapkan prinsip kewaspadaan universal secara disiplin.

“Jangan sampai masyarakat datang untuk berobat, tetapi justru terpapar penyakit lain di dalam Puskesmas. Ini yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.

Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Dinkes Balikpapan telah membentuk Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB). Tim ini bertugas melakukan pendampingan secara rutin kepada seluruh Puskesmas, termasuk evaluasi berkala terhadap kualitas layanan dan pemenuhan standar operasional.

Monitoring dilakukan setiap bulan, sementara evaluasi menyeluruh dilaksanakan setiap tiga bulan melalui forum Mini Lokakarya. Dalam forum tersebut, berbagai aspek dibahas secara komprehensif, mulai dari kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).

Melalui pendekatan ini, Dinkes ingin memastikan bahwa setiap Puskesmas mampu memberikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas kepada masyarakat. Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Terkait persoalan fasilitas, Alwiati mengakui masih terdapat sejumlah Puskesmas yang menghadapi keterbatasan sarana. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan prioritas.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah relokasi Puskesmas Margasari. Sebelumnya, fasilitas tersebut berada di atas perairan, yang dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan berdasarkan hasil akreditasi.

“Kondisi sebelumnya memang kurang ideal. Karena keterbatasan lahan di wilayah tersebut, kami mengambil langkah sementara dengan menyewa bangunan yang lebih representatif agar pelayanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Ke depan, Dinkes Balikpapan juga telah merencanakan pembangunan gedung permanen untuk Puskesmas tersebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kesehatan jangka panjang.

Selain aspek fasilitas dan lingkungan, Dinkes juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan. Berbagai pelatihan dan pembinaan terus dilakukan guna memastikan tenaga medis memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di sisi lain, Alwiati turut menegaskan bahwa seluruh Puskesmas di Balikpapan tetap beroperasi penuh meskipun terdapat wacana kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, sektor kesehatan merupakan layanan publik yang tidak dapat terganggu oleh kebijakan tersebut.

“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, pelayanan tetap berjalan seperti biasa dari Senin hingga Sabtu. Tidak ada WFH untuk tenaga kesehatan di Puskesmas,” katanya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Dinkes Balikpapan berharap transformasi menuju “Puskesmas Sehat” dapat segera terwujud secara menyeluruh. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan.

“Tujuan utama kami adalah menghadirkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat,” pungkasnya. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading