
Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba melalui pelaksanaan tes urine bagi petugas dan warga binaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Teknis Lapas Balikpapan dengan tertib, terarah, dan penuh kedisiplinan. Pelaksanaan tes urine tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga binaan, tetapi juga seluruh jajaran petugas Lapas, mulai dari pejabat struktural, anggota pengamanan, hingga staf administrasi. Pelaksanaan tes dilakukan secara bergilir guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses dengan baik tanpa mengganggu aktivitas pembinaan yang berjalan.
Sebagai bentuk sinergi dan penguatan pengawasan, kegiatan ini turut melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, TNI, dan Polri. Kehadiran unsur APH tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Antusiasme para peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Hal ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berintegritas bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan secara nyata. Tes urine ini juga menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.
Tidak hanya melaksanakan tes urine, Lapas Kelas IIA Balikpapan juga menggelar kegiatan penggeledahan atau razia kamar hunian warga binaan secara menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan bersama APH dengan menyasar berbagai potensi pelanggaran, khususnya kepemilikan barang-barang terlarang di dalam kamar hunian.
Adapun barang yang menjadi target dalam razia tersebut meliputi handphone ilegal, senjata tajam, narkotika, serta benda lain yang dilarang berada di dalam Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara teliti dan humanis, dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi Lapas yang kondusif dan aman bagi seluruh penghuni.
Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Edy Susetyo, menegaskan bahwa kegiatan tes urine dan razia ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga preventif dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kegiatan ini bukan hanya langkah rutin, tapi juga upaya preventif dan responsif dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Lapas Balikpapan. Melalui tes urine dan razia ini, kami ingin memastikan bahwa lingkungan Lapas benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa komitmen ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Lingkungan yang bebas dari narkoba diyakini akan mendukung proses pembinaan yang lebih optimal, sehingga warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus berbenah dan meningkatkan integritas. Lapas Kelas IIA Balikpapan pun menjadikan momen ini sebagai titik penguatan komitmen dalam mewujudkan zona bebas narkoba.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas dan warga binaan semakin memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bersih. Semangat kebersamaan serta komitmen yang kuat menjadi kunci utama dalam menciptakan Lapas yang berintegritas.
“Semangat Hari Bakti Pemasyarakatan, semangat bersih dari narkoba,” tutup Edy. (Shin/**)
![]()



