
Faktanusa.com, Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menegaskan bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) lama pada proyek pembangunan Plaza 88 di kawasan depan Balikpapan Sport and Convention Center Dome (BSCC Dome) masih dapat dimanfaatkan, namun penggunaannya terbatas hanya untuk kegiatan penataan lahan.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa dokumen AMDAL tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk tahapan pembangunan fisik apabila terdapat perubahan dalam rencana proyek yang diajukan oleh pihak pengembang.
“Pemanfaatan AMDAL lama itu hanya diperbolehkan untuk penataan lahan. Ketika masuk ke tahap pembangunan, apalagi jika ada perubahan rencana, maka dokumen tersebut wajib diperbarui,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, setiap perubahan dalam rencana pembangunan harus diawali dengan revisi site plan. Setelah itu, barulah dilakukan proses adendum atau revisi AMDAL agar sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan dan rencana pengembangan yang akan dilaksanakan.
“Setiap perubahan itu harus melalui mekanisme yang jelas, mulai dari revisi perencanaan hingga pembaruan dokumen lingkungan. Ini penting agar semua tetap sesuai ketentuan,” tegasnya.
Menurut Sudirman, keberadaan dokumen lingkungan yang valid menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, DLH akan terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas proyek Plaza 88.
Pengawasan ini tidak hanya mencakup aspek administrasi perizinan, tetapi juga kondisi di lapangan, termasuk proses penataan lahan yang saat ini tengah berlangsung. DLH memastikan seluruh tahapan kegiatan harus memenuhi standar lingkungan yang telah ditetapkan.
Selain itu, DLH juga menyoroti temuan material batu bara yang muncul saat proses pengerjaan lahan di area proyek. Sudirman menegaskan bahwa keberadaan material tersebut tidak menjadi persoalan selama tidak dimanfaatkan atau dipindahkan keluar dari lokasi proyek.
“Kalau hanya ditemukan di lokasi, itu tidak masalah. Yang penting material tersebut tidak diambil untuk kepentingan lain, melainkan ditangani dengan cara yang benar di area tersebut,” jelasnya.
Ia menerangkan, material batu bara yang ditemukan saat ini dikumpulkan sementara di dalam area proyek. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengelolaan sebelum material itu ditimbun kembali di lokasi yang aman.
“Memang saat penataan lahan ditemukan batu bara, sehingga dikumpulkan terlebih dahulu. Nanti akan ditimbun kembali di lokasi yang aman dan tidak mengganggu lingkungan,” tambahnya.
Di sisi lain, proyek pembangunan Plaza 88 juga mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta agar aktivitas pembangunan di lokasi tersebut dihentikan sementara hingga seluruh perizinan serta kewajiban dari pihak pengembang dipastikan telah dipenuhi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku, khususnya terkait aspek lingkungan hidup dan tata ruang kota. DPRD juga menekankan pentingnya transparansi serta kepatuhan pengembang terhadap seluruh prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan adanya pengawasan dari DLH serta perhatian dari DPRD, diharapkan proyek pembangunan Plaza 88 dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahapan pembangunan guna menjaga kelestarian lingkungan di Kota Balikpapan.
Pemerintah kota juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan. Penegakan aturan menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan seimbang dengan upaya pelestarian alam.
Melalui langkah ini, diharapkan pembangunan di Balikpapan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan demi kepentingan jangka panjang masyarakat. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()


