Faktanusa.com, Balikpapan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan menyalurkan bantuan zakat sebesar Rp2 miliar kepada 4.000 mustahik yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan di Balikpapan. Jumlah penerima tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menjangkau 2.000 orang dengan total bantuan Rp1 miliar.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan setiap mustahik menerima bantuan sebesar Rp500.000 yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban dalam proses distribusi.

“Minimal Rp500.000 dipastikan masuk ke rekening masing-masing. Insya Allah hari Senin sudah bisa dicek. Kalau tidak masuk, silakan laporkan ke BAZNAS,” ujar Rahmad dalam sambutannya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penyaluran melalui rekening merupakan langkah preventif untuk menghindari potensi risiko saat distribusi bantuan secara tunai. Menurutnya, selain memastikan dana tepat sasaran, metode ini juga memberikan rasa aman bagi para penerima.

“Mungkin demi keamanan. Kita harus berpikir positif. Dengan ditaruh di bank, lebih aman. Hari kerja nanti bisa bertahap dicairkan,” jelasnya.

Rahmad juga berharap para muzakki atau pembayar zakat terus diberikan kelapangan rezeki agar manfaat program BAZNAS dapat semakin luas menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Saya yakin BAZNAS ini sangat bermanfaat. Membantu petani yang membutuhkan, membantu keluarga-keluarga kita yang sedang berusaha, juga para mualaf yang rutin kita bantu setiap bulan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Akhmad Bustomi, menjelaskan bahwa ribuan mustahik yang menerima bantuan telah melalui proses pendataan yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di masing-masing kecamatan.

“Per mustahik menerima Rp500.000 yang dimasukkan ke rekening masing-masing. Syaratnya warga kurang mampu dan ber-KTP Balikpapan. Data kami terima dari PSM di kecamatan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya bantuan hanya diberikan kepada 2.000 mustahik dengan total anggaran Rp1 miliar. Tahun ini, baik jumlah penerima maupun anggaran mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.

“Mekanisme pencairannya melalui BPD Syariah. Nomor rekening sudah terdata. Bagi yang belum memiliki rekening akan kami bantu buatkan. Penerima nanti akan dihubungi untuk proses pencairan,” jelas Bustomi.

Menurutnya, proses pencairan dana dilakukan secara bertahap pada hari kerja untuk menghindari penumpukan antrean di bank. Hal ini juga bertujuan agar pelayanan kepada penerima dapat berjalan lebih tertib dan lancar.

Dengan meningkatnya jumlah penerima bantuan tahun ini, BAZNAS berharap program zakat dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, bantuan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Balikpapan.

Program ini menjadi salah satu bukti nyata peran zakat sebagai instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan).

Loading