Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum dan logistik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pemeriksaan urine terhadap sopir di Pelabuhan Feri Kariangau, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romy Tamtelahitu. Pemeriksaan ini menyasar para sopir angkutan penumpang dan barang yang akan melakukan perjalanan antarpulau melalui jalur penyeberangan.

Romy menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Terlebih, mobilitas kendaraan diprediksi meningkat signifikan dalam beberapa hari menjelang Lebaran.

“Sesuai penekanan Kapolda Kaltim dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri wajib memastikan seluruh masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan lancar. Oleh karena itu, keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan urine ini tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat pengguna transportasi. Pasalnya, pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkoba sangat berpotensi membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, tenaga medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), serta perwakilan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, personel dari pos kepolisian setempat turut melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh personel mengikuti briefing yang dipimpin langsung oleh Dirresnarkoba. Dalam arahannya, Romy menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara humanis namun tetap tegas, mengingat kegiatan ini berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat luas.

Setelah itu, tim medis menyiapkan peralatan berupa rapid test urine dan perlengkapan pendukung lainnya di area pemeriksaan yang dipusatkan di teras depan kantor BPTD Wilayah II Kalimantan Timur.

Para sopir yang menjadi sasaran pemeriksaan dipilih secara acak. Sebelum menjalani tes, para pengemudi terlebih dahulu diminta menunjukkan identitas diri dan memberikan persetujuan. Selanjutnya, data mereka dicatat oleh tim medis sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 20 sopir angkutan penumpang dan barang, petugas menemukan dua orang pengemudi dengan hasil positif narkoba. Keduanya diketahui berinisial SY dan KH, yang rencananya akan melakukan perjalanan menuju wilayah Sulawesi.

“Dari 20 sopir yang kami periksa, terdapat dua orang yang hasilnya positif. Berdasarkan hasil interogasi awal, keduanya mengaku menggunakan sabu sebelum melakukan perjalanan,” ungkap Romy.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kedua sopir tersebut guna memastikan keterlibatan mereka dalam jaringan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), juga akan dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami masih mendalami kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan langkah lanjutan seperti wajib lapor atau proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar. Kehadiran petugas di lapangan juga mendapat respons positif dari para pengemudi yang menilai langkah ini penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Romy menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik strategis lainnya, terutama yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polda Kaltim dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat dan para pengemudi, sangat dibutuhkan dalam menjaga keselamatan perjalanan. Ia mengimbau agar para sopir tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak prima, apalagi di bawah pengaruh narkoba.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk tidak menggunakan narkoba dan selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat sebelum berkendara,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas akibat penyalahgunaan narkoba dapat ditekan. Selain itu, upaya ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya pada momentum penting seperti arus mudik Lebaran.

Dengan pengawasan yang semakin ketat serta sinergi antarinstansi, Polda Kaltim optimistis pelaksanaan mudik tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan. (Shin/**)

Loading