
Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah perairan. Pengamanan dilakukan melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026 dengan fokus pada pelabuhan dan jalur transportasi air yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang.
Direktur Polairud Polda Kaltim, Restika Pardamaean Nainggolan, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan sarana pendukung guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Kami menyiagakan personel baik yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Mahakam maupun personel imbangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi air,” ujarnya saat diwawancarai media ini, Selasa (17/3/2026).
Secara keseluruhan, terdapat 18 titik pengamanan yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur. Di Kota Balikpapan, pengamanan difokuskan di tiga lokasi utama, yakni Pelabuhan Kariangau, Pelabuhan Semayang, dan penyeberangan speedboat di Kampung Baru.
Selain Balikpapan, pengamanan juga dilakukan di berbagai daerah lain seperti Penajam Paser Utara, Paser, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, hingga Berau. Setiap wilayah memiliki karakteristik perairan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengamanan yang spesifik.
Dalam mendukung pengamanan tersebut, Polairud Polda Kaltim menyiapkan lima kapal patroli tipe C2 yang ditempatkan di sejumlah kabupaten. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan personel serta peralatan pendukung untuk melakukan patroli dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Tak hanya itu, speedboat juga disiagakan untuk menunjang mobilitas di wilayah perairan sempit seperti sungai. Kehadiran speedboat dinilai penting karena mampu bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan maupun melakukan pengawasan.
“Kami juga menempatkan personel di markas unit yang tersebar di beberapa wilayah seperti Penajam Paser Utara, Paser, Bontang, dan Berau. Ini untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara optimal,” jelasnya.
Dalam pengamanan arus mudik, terdapat sejumlah potensi kerawanan yang menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah faktor cuaca yang masih cenderung ekstrem. Kondisi hujan disertai perubahan cuaca yang cepat berpotensi mempengaruhi keselamatan pelayaran.
Selain itu, keberadaan satwa liar seperti buaya juga menjadi ancaman di beberapa wilayah perairan Kalimantan Timur. Hal ini memerlukan kewaspadaan ekstra, baik dari petugas maupun masyarakat.
Permasalahan lain yang kerap terjadi adalah kelebihan muatan kapal, khususnya pada angkutan antar kota maupun antar kecamatan. Tidak jarang kapal mengangkut penumpang sekaligus kendaraan roda dua melebihi kapasitas yang seharusnya.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami terus mengingatkan agar operator kapal tidak memaksakan muatan yang berlebihan karena sangat berisiko,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polairud Polda Kaltim secara rutin melaksanakan patroli di pelabuhan umum maupun pelabuhan masyarakat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar lebih memahami pentingnya keselamatan dalam menggunakan transportasi air.
Sinergi dengan berbagai pihak juga diperkuat, mulai dari KSOP, Pelindo, hingga TNI AL. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pengamanan yang lebih maksimal selama periode mudik Lebaran.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pengamanan ini melibatkan banyak pihak agar berjalan dengan baik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan transportasi air untuk lebih memperhatikan sejumlah hal penting. Persiapan fisik menjadi hal utama, mengingat perjalanan laut bisa memakan waktu lama, terutama jika terjadi keterlambatan jadwal kapal.
Selain itu, penumpang diminta untuk selalu berada di tempat yang aman selama di kapal dan tidak berada di area berisiko seperti di tepi kapal. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Imbauan lainnya adalah agar masyarakat tidak memaksakan diri naik ke kapal yang sudah melebihi kapasitas. Lebih baik menunggu jadwal berikutnya daripada mengambil risiko keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan cuaca dan kondisi kapal sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri jika situasi tidak memungkinkan,” pesannya.
Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Polairud Polda Kaltim berharap pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah perairan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan kembali ke tempat tujuan dengan selamat. Itu yang menjadi prioritas kami,” tutupnya.
Jurnalis : Shinta Setyana
![]()



