Faktanusa.com, Balikpapan – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan menyiapkan tambahan armada kapal untuk menghadapi lonjakan penumpang pada periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026. Penambahan ini dilakukan untuk memastikan layanan transportasi laut dari Pelabuhan Semayang Balikpapan tetap mampu mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang akan mudik ke berbagai daerah.

Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menjelaskan bahwa pada musim mudik tahun ini jumlah kapal yang dioperasikan dari Balikpapan meningkat dibandingkan kondisi normal.

“Pada masa reguler biasanya hanya ada tiga kapal yang melayani penumpang dari Balikpapan. Namun pada periode angkutan Lebaran kami mengoperasikan lima kapal untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Cabang PELNI Balikpapan, Rabu (11/3/2026).

Dua kapal tambahan yang disiapkan untuk mendukung angkutan Lebaran tersebut adalah KM Dobonsolo dan KM Sinabung. Kedua kapal ini akan memperkuat layanan pelayaran menuju sejumlah daerah tujuan yang selama ini menjadi jalur favorit para pemudik.

Ridwan menyebutkan, sejumlah rute diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang yang cukup tinggi selama musim mudik. Beberapa di antaranya adalah rute Balikpapan menuju Surabaya, Makassar, serta Bau-Bau.

Menurutnya, rute Balikpapan–Surabaya menjadi salah satu jalur yang paling diminati masyarakat. Karena itu, frekuensi perjalanan pada rute tersebut turut ditingkatkan selama periode angkutan Lebaran.

“Biasanya kapal yang melayani rute Balikpapan–Surabaya hanya dua sampai tiga kali dalam sebulan. Namun pada masa angkutan Lebaran jumlah kunjungannya ditingkatkan menjadi sekitar tujuh kali,” jelasnya.

Selain penambahan kapal, PELNI juga melakukan penyesuaian pada rute pelayaran. Beberapa pelabuhan yang sebelumnya menjadi titik singgah sementara dialihkan agar kapal dapat lebih fokus melayani rute dengan jumlah penumpang tinggi.

Langkah ini dilakukan agar kapasitas angkut kapal dapat dimaksimalkan serta perjalanan penumpang menjadi lebih efisien selama periode mudik.

Ridwan memperkirakan puncak arus mudik menggunakan transportasi laut dari Balikpapan akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan perkiraan, lonjakan penumpang diprediksi berlangsung pada 12 hingga 18 Maret.

Sementara itu, masa angkutan Lebaran PELNI secara keseluruhan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 6 Maret hingga 6 April 2026.

Dalam periode tersebut, total kunjungan kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 26 kali. Jumlah ini menunjukkan tingginya aktivitas pelayaran yang terjadi selama musim mudik.

“Selama periode angkutan Lebaran, kunjungan kapal di Pelabuhan Semayang diperkirakan mencapai sekitar 26 kali. Angka ini termasuk cukup tinggi dibandingkan periode biasa,” kata Ridwan.

Secara nasional, PELNI telah menyiapkan ratusan ribu tiket untuk melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut. Total tiket yang disediakan mencapai 751.555 lembar dengan kapasitas kursi kapal sebanyak 56.069.

Kapasitas tersebut sudah termasuk tambahan dispensasi yang diberikan oleh otoritas terkait guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik.

Untuk menjamin keselamatan perjalanan, seluruh kapal PELNI yang akan beroperasi telah menjalani pemeriksaan kelayakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kementerian Perhubungan.

“Semua kapal sudah dilakukan ram check oleh KSOP dan dinyatakan layak laut. Selain itu sebelum memasuki periode angkutan Lebaran seluruh kapal juga telah menjalani docking,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, berbagai perlengkapan keselamatan di atas kapal juga telah diperiksa secara menyeluruh. Awak kapal pun telah mengikuti pelatihan keselamatan guna memastikan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi selama pelayaran.

Dari sisi keamanan, PELNI turut memperkuat pengawasan dengan menambah personel pengamanan selama periode mudik. Pengamanan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Laut, Kepolisian, serta instansi terkait di kawasan pelabuhan.

Selain itu, pemeriksaan terhadap penumpang dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap penumpang memiliki tiket resmi serta identitas yang sesuai.

Ridwan juga menegaskan bahwa saat ini seluruh penjualan tiket kapal PELNI telah dilakukan secara digital. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi PELNI Mobile, layanan perbankan, maupun berbagai platform perjalanan daring.

“Sekarang seluruh tiket dijual secara online sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat sekaligus mencegah adanya praktik percaloan,” katanya.

Pada musim mudik tahun ini, sejumlah perusahaan BUMN juga turut menyelenggarakan program mudik gratis dengan memanfaatkan layanan kapal PELNI.

Dari Balikpapan, tercatat sebanyak 1.586 orang mengikuti program mudik gratis dengan berbagai tujuan. Program tersebut diselenggarakan oleh beberapa BUMN seperti PELNI, PLN, Askrindo, Telkomsel, dan Pegadaian.

Ridwan berharap seluruh rangkaian angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman. Harapannya seluruh perjalanan dapat berlangsung aman dan lancar,” tutupnya. (Shin/**)

Loading