
Faktanusa.com, Balikpapan — Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan (Disporapar) menyiapkan rangkaian kegiatan bertajuk Ramadan Balikpapan Vaganza 129. Agenda ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-129 Kota Balikpapan sekaligus wadah promosi subsektor ekonomi kreatif (ekraf) dan syiar Ramadan.
Event tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 27–28 Februari 2026, mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai. Kegiatan dipusatkan di Ruang Kreatif Gedung Parkir Klandasan, yang disiapkan sebagai sentra aktivitas lomba dan mini expo.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan sepanjang Februari 2026 sejumlah kegiatan olahraga dan ekonomi kreatif telah berjalan. Namun, momentum Ramadan dinilai menjadi saat yang tepat untuk mengintegrasikan semangat religius dengan penguatan sektor kreatif.
“Ramadan Balikpapan Vaganza 129 kami hadirkan sebagai rangkaian HUT Kota. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kolaborasi untuk mempromosikan pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat nuansa religi di bulan suci,” ujar Ratih saat diwawancarai, Sabtu (24/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Disporapar menyiapkan berbagai lomba bernuansa Islami, seperti lomba beduk, lomba hadrah, lomba mewarnai untuk anak-anak, hingga lomba menyanyi religi. Selain itu, akan digelar mini expo yang menghadirkan pelaku UMKM dan subsektor ekonomi kreatif.
Ratih menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam wadah kreatif yang telah disiapkan pemerintah. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung. Ada UMKM yang bisa memasarkan produk, ada seniman yang bisa tampil, dan ada komunitas yang bisa berkreasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Disporapar juga menggelar talkshow untuk memperkenalkan 17 subsektor ekonomi kreatif kepada publik. Beberapa di antaranya meliputi seni tari, seni rupa, kuliner, musik, hingga pertunjukan lukis atau painting show.
“Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa ekonomi kreatif itu luas. Ada seni tari, kuliner, seni lukis, pertunjukan musik, dan lainnya yang punya potensi besar dikembangkan di Balikpapan,” kata Ratih.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni, pelaku UMKM, hingga organisasi kepemudaan. Mini expo yang disiapkan akan menjadi etalase kreativitas warga kota.
Untuk mendukung kelancaran acara, Disporapar turut menggandeng sejumlah pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembagian takjil kepada masyarakat.
“Seluruh hotel yang tergabung dalam PHRI ikut berpartisipasi. Mereka menyumbangkan takjil yang akan dibagikan pada 27 Februari di kawasan Bekapai, Jalan Jenderal Sudirman,” ungkap Ratih.
Menurutnya, keterlibatan sektor perhotelan tidak hanya sebatas donasi, tetapi juga menjadi ajang promosi produk kuliner hotel kepada masyarakat. “Takjil yang dibagikan merupakan hasil produksi dapur hotel masing-masing. Ini sekaligus memperkenalkan kualitas kuliner mereka,” tambahnya.
Dalam kegiatan berbagi tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 129 paket takjil sebagai simbol usia ke-129 Kota Balikpapan. Selain itu, akan dibagikan pula 129 parsel kepada komunitas ekonomi kreatif sebagai bentuk apresiasi.
Ratih berharap Ramadan Balikpapan Vaganza 129 mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kreativitas warga. “Kami ingin Ramadan tahun ini terasa lebih semarak, produktif, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()



