
Faktanusa.com, Balikpapan — Komitmen pembinaan atlet terus ditunjukkan Pengurus Provinsi Hapkido Indonesia (Pengprov HI) Kalimantan Timur melalui penyelenggaraan Kejuaraan Open Hapkido Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026. Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Olahraga IKIP PGRI Kaltim pada 14–16 Februari itu menjadi panggung bagi ratusan atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Sekretaris Pengprov HI Kaltim, Juli Prastomo, menyampaikan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, melainkan juga bagian dari upaya menjaring bibit unggul hapkido dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Menurutnya, kejuaraan terbuka seperti ini sangat penting dalam proses pembinaan atlet berkelanjutan.
“Melalui kejuaraan ini kami bisa melihat secara langsung perkembangan kemampuan atlet dari berbagai daerah. Banyak potensi baru yang muncul dan itu menjadi modal penting bagi pembinaan ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas pertandingan yang tersaji menunjukkan bahwa persaingan antar daerah semakin ketat. Hal tersebut menjadi indikator positif bahwa pembinaan hapkido di Kalimantan Timur berjalan dengan baik dan merata.
“Atmosfer pertandingan sangat kompetitif. Setiap kontingen datang dengan persiapan matang sehingga pertandingan berlangsung menarik sekaligus berkualitas,” tambahnya.
Dalam kejuaraan tersebut, tuan rumah IKIP PGRI Kaltim tampil gemilang dengan meraih gelar juara umum pada kategori senior. Sementara itu, kontingen Balikpapan menunjukkan dominasi kuat pada kategori junior dan cadet hingga berhasil menjadi juara umum di kelompok usia tersebut.
Keberhasilan tuan rumah dan kontingen Balikpapan dinilai tidak terlepas dari konsistensi pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang. Latihan yang rutin serta dukungan pelatih berpengalaman menjadi faktor penting dalam mencetak prestasi.
“Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berada di jalur yang tepat. Para atlet mampu tampil percaya diri dan menunjukkan teknik yang semakin matang,” jelas Juli.
Persaingan ketat juga terlihat pada nomor perorangan. Pada kategori senior putra, atlet Kutai Timur Muhammad Refan Pranata dinobatkan sebagai atlet terbaik. Sementara itu, gelar atlet terbaik senior putri diraih oleh Janitra Cikan Silawarti dari Balikpapan.
Untuk kategori junior, penghargaan atlet terbaik putra diraih Muhammad Ferdinand Faisal Putra dari Balikpapan, sedangkan atlet terbaik putri diraih Naisa Nala Diva dari Kutai Kartanegara.
Menurut Juli, pencapaian para atlet tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet hapkido di Kalimantan Timur sangat besar dan layak mendapatkan perhatian lebih dalam pembinaan prestasi olahraga.
“Banyak atlet muda yang tampil menonjol. Ini menunjukkan bahwa daerah memiliki sumber daya atlet yang menjanjikan untuk dikembangkan ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Kejuaraan ini diikuti 142 atlet yang bertanding pada dua nomor utama, yakni Daeryun dan Seni. Sebanyak 74 atlet berkompetisi di nomor Daeryun, sementara 68 atlet lainnya bertanding di nomor Seni. Kompetisi berlangsung dalam 26 nomor Daeryun dan 13 nomor Seni.
Untuk memastikan pertandingan berjalan lancar dan objektif, panitia melibatkan delapan tim, delapan official, serta delapan wasit yang bertugas mengawal jalannya pertandingan selama tiga hari pelaksanaan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu memperkuat silaturahmi antar atlet dan pelatih dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Momentum tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
Juli menegaskan bahwa Pengprov HI Kaltim akan terus mendorong penyelenggaraan kejuaraan serupa secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi rutin menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, serta pengalaman atlet.
“Kejuaraan seperti ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga sarana pembelajaran bagi atlet untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Melalui kejuaraan ini, hapkido Kalimantan Timur kembali menunjukkan perkembangan positif. Semangat kompetisi yang tinggi, kualitas atlet yang meningkat, serta komitmen pembinaan yang konsisten menjadi fondasi kuat dalam mendorong prestasi olahraga bela diri tersebut di masa mendatang. (**)
![]()



