
Faktanusa.com, Jakarta – Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas terkait penegakan disiplin dan tanggung jawab institusi saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Jakarta belum lama ini. Dalam arahannya, Presiden mengibaratkan institusi Polri seperti sebuah sekolah yang memiliki sistem dan tanggung jawab berjenjang.
Menurut Presiden, tidak tepat jika kesalahan individu serta-merta dibebankan kepada pimpinan tertinggi tanpa melihat konteks dan tanggung jawab personal.
“Polri itu saya ibaratkan seperti sekolah. Masa murid salah, kepala sekolah yang ditindak? Tindak murid seperti itu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan jajaran pejabat utama Polri.
Ia menegaskan bahwa apabila terdapat anggota Polri yang melakukan pelanggaran atau perbuatan yang mencoreng nama baik institusi, maka oknum tersebutlah yang harus diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau ada anggota yang bermasalah, harus ditindak. Karena mereka-mereka itu yang merusak institusi Polri,” tegasnya.
Presiden menekankan pentingnya penegakan disiplin internal yang konsisten dan adil. Menurutnya, tindakan tegas terhadap oknum yang melanggar justru merupakan bentuk perlindungan terhadap mayoritas anggota Polri yang telah bekerja dengan baik dan penuh dedikasi.
Selain itu, Kepala Negara juga memberikan pesan moral kepada seluruh anggota Polri agar tidak terpancing oleh hujatan atau kritik yang bersifat menyerang di ruang publik maupun media sosial. Ia meminta aparat kepolisian tetap fokus bekerja dan menunjukkan kinerja terbaik kepada masyarakat.
“Kalau ada yang menghujat Polri, jangan dibalas. Dicuekin saja. Kalian harus berprestasi,” ujar Presiden.
Pesan tersebut disambut tepuk tangan para peserta Rapim. Presiden menilai, respons terbaik terhadap kritik adalah pembuktian melalui kerja nyata, pelayanan yang semakin baik, serta prestasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional. Oleh karena itu, soliditas internal dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Ia berharap seluruh jajaran Polri terus memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menegakkan hukum secara adil dan transparan. Dengan demikian, institusi Polri akan semakin kokoh dan dipercaya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Arahan Presiden Prabowo dalam Rapim Polri tersebut menjadi penegasan bahwa pembenahan institusi harus dimulai dari penegakan disiplin terhadap individu yang melanggar, tanpa menggeneralisasi kesalahan kepada keseluruhan organisasi. Fokus pada prestasi dan pengabdian dinilai sebagai langkah terbaik untuk menjaga kehormatan dan marwah institusi kepolisian di mata rakyat. (**)
Sumber : Tiktok Wajah Sumut
![]()



