Faktanusa.com, Balikpapan  — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan dan penataan kota, sekaligus menjaga kepedulian dan empati terhadap daerah lain yang tengah dilanda musibah. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan di Halaman Balai Kota Balikpapan, Selasa (10/2/2026).

Rahmad Mas’ud mengatakan, peringatan hari jadi kota merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Balikpapan. Namun demikian, ia menekankan bahwa perayaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa kebersamaan dan solidaritas terhadap masyarakat di wilayah lain yang sedang mengalami bencana.

“Kita tetap bisa memperingati ulang tahun kota, tetapi harus dibarengi dengan empati. Jangan sampai euforia membuat kita lupa bahwa ada saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang tertimpa musibah,” ujar Rahmad.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga, seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun dan menata kota. Ia menilai, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepekaan sosial warganya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menyinggung rencana penataan kota, salah satunya terkait penertiban kabel-kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika perkotaan. Penataan infrastruktur tersebut, kata dia, telah lama masuk dalam perencanaan pemerintah kota dan akan segera direalisasikan secara bertahap.

“Kita ingin wajah Kota Balikpapan ke depan semakin tertata dan indah. Kabel-kabel yang semrawut tentu harus ditertibkan. Nantinya akan disiapkan prasarana pendukung, baik melalui fasilitasi pemerintah maupun pihak terkait,” jelasnya.

Terkait pembiayaan, Rahmad menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak seharusnya terus dijadikan alasan untuk menunda pembangunan. Pemerintah kota, lanjut dia, memiliki anggaran, namun penggunaannya harus benar-benar difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Anggaran itu ada, tinggal bagaimana kita mengatur prioritasnya. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung dengan alasan klasik tidak ada anggaran. Yang terpenting, anggaran tersebut betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan kota,” tegasnya.  (Adv/Shin/**)

Loading