
Faktanusa.com, Balikpapan — Ikatan Keluarga Alumni (IKAM) SMP Negeri 2 Balikpapan menggelar kegiatan silaturahmi Muslim dan Muslimat dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Masjid Bank Mandiri, Jalan A. Yani, Kota Balikpapan, dan dihadiri para alumni lintas angkatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Dewi Isyuhani selaku qori, serta Ani Iriani sebagai saritilawah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan penuh penghayatan tersebut semakin menambah kekhusyukan suasana dan menjadi pembuka yang menyejukkan hati sebelum memasuki sesi tausiah.
Silaturahmi ini mengusung tema reflektif “Apakah Ini Ramadan Terakhir Saya?”. Tema tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan introspeksi dan mawas diri, mengingat tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan menjemput.
Tausiah disampaikan oleh Ustadz Irfanuddin Hasyim, S.Sos., yang membawakan materi dengan gaya santai, diselingi humor, namun sarat pesan kehidupan. Dalam ceramahnya, ia mengajak para jamaah untuk merenungi perjalanan usia dan keterbatasan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

“Manusia itu ada batasnya. Mau bagaimana pun, usia tidak bisa dibohongi. Penampilan boleh dirawat, wajah boleh terlihat muda, tetapi waktu terus berjalan,” ujar Ustadz Irfanuddin Hasyim di hadapan jamaah.
Ia menuturkan bahwa mencapai usia 50, 60, bahkan 70 tahun merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk menikmati usia lanjut, sehingga masa tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Ustadz Irfanuddin Hasyim mengingatkan pentingnya menghargai waktu sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-‘Ashr. Menurutnya, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, sementara waktu yang tersisa adalah amanah yang harus dijaga.
“Usia lanjut itu ibarat waktu antara salat Magrib dan Isya, sangat singkat. Jangan sampai kita menyesali waktu yang sudah lewat, sementara waktu yang ada di depan justru kita lalaikan,” tuturnya.

Ia juga mengutip pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, yang menegaskan bahwa manusia bebas hidup, mencintai, dan berbuat apa saja, namun pada akhirnya akan menghadapi kematian, perpisahan, dan pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.
“Silakan mencintai apa pun—harta, keluarga, pasangan, dan anak-anak.
Namun ingat, semuanya akan berpisah dengan kita, dan perpisahan itu terjadi melalui kematian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IKAM SMP Negeri 2 Balikpapan, Sigit Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen alumni untuk terus menjaga silaturahmi sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul dan bernostalgia, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mengingatkan tentang makna kehidupan, usia, dan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah,” kata Sigit Wibowo.
Ia menambahkan, IKAM SMP Negeri 2 Balikpapan berupaya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai agenda rutin, terutama menjelang Ramadan, agar para alumni dapat menyambut bulan suci dengan kesiapan iman dan amal.

“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, serta kepedulian sosial yang lebih tinggi,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar alumni. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa hingga akhir kegiatan, menjadikan silaturahmi ini sebagai momentum berharga untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kesiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadan.
Acara berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Para alumni yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kesadaran spiritual menjelang Ramadan.
Humas IKAM SMP Negeri 2 Balikpapan
![]()



