Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan menggelar tasyakuran gedung perkantoran baru yang dirangkaikan dengan penguatan tugas dan fungsi (tusi) oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edi Susetyo. Turut hadir para kepala unit pelaksana teknis (Ka UPT) pemasyarakatan di wilayah Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Tarakan, serta mitra kerja Lapas Balikpapan, di antaranya PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Pertanian dan Perikanan, PT PLN (Persero), CV Rizki Imani, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Balikpapan. Seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Balikpapan juga mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Endang Lintang Hardiman menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan gedung perkantoran baru Lapas Kelas IIA Balikpapan. Ia berharap keberadaan gedung tersebut dapat menunjang peningkatan kinerja serta kualitas pelayanan, baik kepada masyarakat maupun warga binaan pemasyarakatan.

“Gedung perkantoran ini diharapkan menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional,” ujar Endang.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tugas dan fungsi seluruh jajaran pemasyarakatan agar sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Acara tasyakuran dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung perkantoran baru. Dalam prosesi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edi Susetyo.

Momen tersebut menjadi simbol apresiasi dan harapan agar Lapas Kelas IIA Balikpapan semakin solid dalam menjalankan tugas pemasyarakatan, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, profesional, dan berintegritas. Prosesi pemotongan tumpeng berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan, disaksikan oleh seluruh tamu undangan dan jajaran pegawai.

Usai kegiatan tasyakuran gedung perkantoran baru, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial kepada Yayasan Al-Mukmin yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIA Balikpapan, Kamis (5/2/2026). Bantuan sosial tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman bersama Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edi Susetyo.

Kegiatan penyerahan bantuan sosial tersebut turut dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) pemasyarakatan di wilayah Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Tarakan, serta mitra kerja Lapas Balikpapan, antara lain PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Pertanian dan Perikanan, PT PLN (Persero), CV Rizki Imani, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Balikpapan. Seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Balikpapan juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Endang Lintang Hardiman secara langsung menyerahkan bantuan berupa amplop kepada anak-anak Yayasan Al-Mukmin. Penyerahan bantuan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat sekitar, sekaligus bagian dari upaya memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, jajaran Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Timur berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang humanis.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edi Susetyo menjelaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana di Lapas Balikpapan telah dilakukan secara bertahap. Lapas Balikpapan sendiri berdiri sejak tahun 1948 dan terus mengalami pembenahan menyesuaikan kebutuhan pelayanan pemasyarakatan.

“Sejak tahun 2016 dilakukan rehabilitasi secara bertahap, dimulai dari blok hunian, pembangunan sarana peribadatan seperti masjid dan gereja, serta fasilitas poliklinik untuk mendukung layanan kesehatan warga binaan,” jelas Edi kepada media ini usai acara pemotongan tumpeng.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 pembangunan difokuskan pada gedung utama perkantoran yang digunakan untuk fungsi administratif dan fasilitatif. Sementara itu, gedung teknis diperuntukkan bagi petugas yang melaksanakan tugas teknis pemasyarakatan.

Selain gedung perkantoran, rehabilitasi juga dilakukan pada blok hunian warga binaan. Saat ini terdapat empat blok hunian, yakni Blok A, B, C, dan D, yang sebagian besar telah direhabilitasi menjadi bangunan dua lantai.

“Dengan kondisi tersebut, hunian menjadi lebih layak dan representatif, meskipun kami masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas,” katanya.

Edi mengungkapkan, per 5 Februari 2026 jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Balikpapan tercatat sebanyak 1.227 orang, sementara kapasitas ideal hanya 707 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa Lapas Balikpapan masih mengalami overkapasitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edi Susetyo, saat diwawancarai media ini.

“Sebagai lapas, kami bersifat pasif menerima warga binaan yang telah melalui proses hukum di kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan. Ke depan, upaya penataan dan peningkatan sarana akan terus disesuaikan dengan kebijakan yang ada,” ujarnya.

Melalui tasyakuran gedung perkantoran baru ini, Lapas Kelas IIA Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Diharapkan, dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta penguatan tugas dan fungsi dapat mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan. (Shin/**)

Loading