
Fakta nusa. Com, Aceh Utara – Upaya pemulihan sarana publik di wilayah terdampak banjir bandang terus dilakukan secara konsisten oleh jajaran Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur yang sedang bertugas BKO di Polda Aceh.
Pada Sabtu (24/01/2026), sebanyak 40 personel di bawah pimpinan Ipda Royke Daeng melaksanakan aksi kemanusiaan dengan membersihkan endapan lumpur pekat di Kantor Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Fokus pembersihan ini dilakukan agar pusat koordinasi dan pengembangan kompetensi para tenaga pendidik di wilayah tersebut dapat segera kembali beroperasi normal guna mendukung keberlangsungan dunia pendidikan pascabencana.
Rangkaian kegiatan pembersihan ini diawali dengan pelaksanaan apel gabungan di lapangan apel Mapolres Lhokseumawe yang dipimpin oleh Kasat Reskoba Polres Lhokseumawe, AKP Saiful Amal, S.T.K., M.I.K., M.A.
Dalam arahan tersebut, ditekankan pentingnya kerja sama tim dan ketelitian dalam membersihkan sisa-sisa material banjir agar aset kantor tidak mengalami kerusakan lebih lanjut. Usai apel, personel segera melakukan pergeseran pasukan (Serpas) menuju lokasi ploting. Setibanya di Kantor PKG, para personel baret biru ini langsung berjibaku menyingkirkan lumpur yang merendam ruangan dan halaman kantor, menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu pemulihan fasilitas vital masyarakat.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personelnya dalam aksi bersih-bersih ini merupakan manifestasi nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menyampaikan bahwa sektor pendidikan, termasuk fasilitas penunjangnya, menjadi prioritas dalam misi kemanusiaan ini.
“Kantor PKG adalah rumah bagi para guru untuk meningkatkan kualitas mengajar. Dengan membersihkan kantor ini, kami ingin memastikan para guru memiliki tempat yang layak untuk kembali bekerja, sehingga proses pendidikan anak-anak di Aceh Utara tidak terhambat lama,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga memberikan pesan penyemangat bagi seluruh personel agar tetap menjaga integritas dan sikap humanis di tanah penugasan. Beliau menekankan bahwa setiap tindakan nyata di lapangan adalah bukti persaudaraan antara Kalimantan Timur dan Aceh.
“Jangan pernah lelah untuk membantu sesama. Jadikan setiap tetes keringat sebagai pengabdian yang tulus bagi bangsa dan negara. Teruslah hadir sebagai pelindung dan pelayan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya. (**)
![]()



