Faktanusa.com, Kutai Barat – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., melakukan pengecekan kesiapan satuan Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti (BTC) dan Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha di Kabupaten Kutai Barat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memantau progres pembangunan serta kesiapan satuan menjelang rencana kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Dalam pengecekan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman didampingi oleh Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Asisten Intelijen Kasdam VI/Mulawarman, serta Kepala Zeni Daerah Militer (Kazidam) VI/Mulawarman. Kehadiran para pejabat utama Kodam ini menunjukkan keseriusan pimpinan dalam memastikan seluruh aspek kesiapan satuan berjalan sesuai perencanaan.

Pengecekan difokuskan pada progres pembangunan pangkalan Brigif TP 85/BTC dan Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha, baik dari sisi waktu penyelesaian maupun kualitas konstruksi. Pangdam meninjau langsung berbagai fasilitas, mulai dari sarana perkantoran, barak prajurit, hingga kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan ke depan.

Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa kesiapan pangkalan dan satuan harus benar-benar optimal, mengingat kedua satuan tersebut direncanakan menjadi kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain itu, kesiapan ini juga menjadi bagian penting dalam menyambut kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI.

“Manfaatkan sisa waktu yang ada untuk memaksimalkan kesiapan personel, materiil, dan pangkalan. Semua harus dipastikan siap, rapi, dan sesuai standar, sehingga kunjungan kerja Menhan RI dapat berjalan dengan baik,” tegas Pangdam dalam arahannya.

Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan meskipun Brigif TP 85/Benuo Taka Cakti dan Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha merupakan satuan yang relatif baru berdiri, namun harus mampu menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata di wilayah tugas. Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan satuan dan meningkatkan disiplin prajurit.

“Tunjukkan bahwa keberadaan satuan ini mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan di wilayah. Jaga nama baik satuan, tingkatkan disiplin, dan pastikan setiap tugas dilaksanakan secara profesional,” ujarnya.

Menurut Pangdam, kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat dan motivasi seluruh prajurit. Ia berharap seluruh personel dapat memaknai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepercayaan negara terhadap satuan yang ada di Kutai Barat.

“Jadikan kunjungan ini sebagai penyemangat. Tanamkan nilai pengabdian dan kebersamaan dalam diri setiap prajurit, karena tugas yang diemban merupakan amanah negara,” tutup Pangdam VI/Mulawarman.

Pendam VI/Mlw.

Loading