Faktanusa.com, Sangatta – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Komisi B,Faizal Rachman, menyampaikan kekhawatirannya mengenai penurunan kualitas air di Kaubun. Dalam rapat dengar pendapat yang diadakan pada 10 Juni 2024, Faizal menyoroti keluhan masyarakat tentang air keruh yang disediakan oleh PDAM, mengaitkannya dengan operasi pertambangan PT Indexim Coalindo di wilayah tersebut.
“Saya pernah mendapat video dari masyarakat yang menunjukkan bahwa air PDAM di daerah Kaubun sangat keruh. Ini jelas bukan karena diubek-ubek sama buaya sampai keruh seperti itu,” ujar Faizal dengan nada serius, yang disambut oleh gelak tawa dari peserta rapat.
Faizal menyatakan bahwa kondisi air yang keruh ini sangat meresahkan dan tidak boleh diabaikan. “Ini mengkhawatirkan. Air PDAM yang keruh bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Saya bilang, ini harus segera dimengerti dan ditangani,” jelasnya.
Ia mendesak PT Indexim agar tidak hanya mengandalkan pemenuhan persyaratan hukum semata. “Kalau bapak berlindung seperti yang lain, secara yuridis persyaratan ABC-nya lengkap, jangan sampai menutup mata terhadap kenyataan di lapangan,” ungkap Faizal.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap dokumen hukum tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan dampak lingkungan yang terjadi. “Persyaratan hukum yang lengkap bukan berarti semua masalah selesai. Kita harus melihat realita di lapangan dan mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini,” kata Faizal.
Pada rapat yang membahas sengketa lahan antara KTH Bina Warga, PT Indexim, dan PT SBA (Santan Borneo Abadi), Faizal juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menemukan solusi. “Jangan hanya mengandalkan kesepakatan di atas kertas. Kita harus memastikan bahwa implementasinya di lapangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Penduduk Kaubun berharap agar kualitas air ini segera diatasi. Air yang keruh tidak hanya menghambat kegiatan sehari-hari, tetapi juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan mereka. “Kita butuh tindakan nyata dan cepat. Warga tidak bisa terus-menerus menerima kondisi air yang buruk seperti ini,” ucap salah satu warga yang hadir dalam rapat tersebut.
DPRD Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan kasus ini dan mendesak pemerintah serta perusahaan terkait untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan. “Kami akan memastikan bahwa masalah ini mendapat perhatian serius dan solusi yang tepat. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” pungkas Faizal.ADV