
Faktanusa.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pemuda Restorasi Nusantara (PPRN) melakukan aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertahanan.
Puluhan Mahasiswa ini mendesak dan meminta agar Menteri Pertanian untuk segera Mencopot dan melepas dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal PSP Kementan, karena puluhan Mahasiswa menganggap banyaknya Permasalahan dan problem di jajaran Ditjen PSP dan kinerja Dirjen PSP yang tidak maksimal sehingga harus di Evaluasi.
Sementara itu, Koordinator Aksi menjelaskan, Demonstrasi aksi Mahasiswa ini dilatarbelakangi malfungsi dan tugas dalam pelaksanaan Program Food Estate yang digagas dan dicanangkan Presiden Jokowi, yaitu contoh kasus Dua tahun berjalan di Kalimantan Tengah Perkebunan singkong seluas 600 hektare mangkrak dan 17.000 hektare sawah baru tak kunjung panen dan menuai banyak kontroversi.
Selain isu tersebut yang beredar, Kordinator Aksi menjelaskan bahwa mereka menduga adanya penyalahgunaan dan tindak pidana korupsi Kementerian Pertanian dalam Kegiatan Bantuan Dana Kepada Kelompok Tani dan Yayasan Sebesar Rp. 13.449.656.000 Untuk Pembangunan Agro Wisata Holtikultura di Kabupaten Cianjur Tahun 2022.
“ Berdasar data dan hasil penelusuran kami Pembangunan Agroqby Wisata Holtikultura di Kabupaten Cianjur1 itu bermasalah dan kami menduga kuat terjadi Cawe-cawe antara Dirjen PSP, PPK dan Tim Teknis, Kepala Dinas Pertanian Kab. Cianjur dan Direktur CV. Suwarga Bumi,”ucap Kordinator Aksi. Selasa (27/6/2023).
Koordinator Lapangan Menambahkan jika 3×24 jam Dirjen PSP Kementan belum dicopot maka mereka akan melakukan aksi yang lebih besar dikantor Kementerian Pertanian dan KPK RI.
“Ya kami akan terus melakukan Aksi sampai Dirjen PSP dicopot dan seluruh oknum yang terlibat dalam dugaan Korupsi Pembangunan Agro Wisata Holtikultura di Kabupaten Cianjur Tahun 2022″, pungkas Koordinator Lapangan.
Reporter : Taufiq
Editor : Alvhi Peci
Monitor : Shinta Setyana
![]()


