Dialog Warga Syukri, Review Arah Pembangunan Dengan Kebijakan Anggaran 2023

Loading

Faktanusa.com, Balikpapan – Dalam program dialog warga, sebagai Anggota Parlemen Balikpapan Komisi III. Syukri Wahid beberapa hari yang lalu memberikan penjelasan terhadap kebijakan anggaran Tahun 2023 kepada arah pembangunan Kota Balikpapan kepada masyarakat Kecamatan Balikpapan Selatan dan Timur. Selasa, (14/03/2023).
Dalam pertemuan nya bersama masyarakat di Kelurahan Sepinggan Rukun Tetangga (RT) 15, ia pun memaparkan bahwa di dalam kebijakan anggaran terdapat rasio yang masih terbilang sehat terkait belanja langsung dan tidak langsung di kisaran 60% berbanding 40%.
Syukri pun mengatakan, di dalam anggaran tersebut walaupun dapat dikatakan sehat, yang dialokasikan terhadap keinginan publik terdapat kendala di lapangan, seperti multiyers pembangunan Daerah Aliran Sungai (Das) Ampal, 2 gedung sarana pendidikan di tingkah SMP dan SD, 1 Rumah Sakit Daerah, BPJS serta seragam sekolah gratis.
“ itu semua di rancang atas spirit masyarakat, walaupun alokasi kegiatan yang sifatnya sosial terhadap masyarakat miskin tidak begitu besar,” ungkapnya, saat berbicang di Gedung Parlemen Balikpapan.
Selain masyarakat di kelurahan Sepinggan, Syukri Wahid yang kerap disapa ESWE juga menggelar Dialog Warga di Kecamatan Balikpapan Timur, atas dasar keinginan mendengar secara langsung pembangunan yang di rasakan oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut Syukri didampingi oleh pihak Kelurahan Teritip serta Duta Desa Wisata dengan konsep berkumpul bersama r8 RT dan warga setempat.
Sebagai Anggota Parlemen Komisi III yang membidangi pembangunan, lingkungan hidup dan pembangunan. Sektor pendidikan serta pembangunan infrastruktur menjadi salah satu keluhan yang di lontarkan oleh masyarakat Teritip.
“Semua serentak meminta pembangunan jalan dan sarana Pendidikan seperti sekolah, karena memang di sana hanya mengandalkan SMA 7 dan 4 saja di tingkatan menengah atas,” papar Eswe.
Sambungnya, ia pun yakin bahwa pemerintah pun belum sepenuhnya serius dalam memperhatikan daerah Teritip khususnya wilayah Timur.
Tak hanya permasalahan saran Pendidikan dan pembangunan, sebelumnya Kecamatan Balikpapan Timur telah ditetapkan sebagai desa wisata di Balikpapan karena keanekaragaman hasil alam dan keasrian lingkungan sekitar. Namun sarana prasarana dalam mendukung desa wisata tersebut masih sangat minim.
“Kemarin dihadiri oleh Duta Desa Wisata saat dialog warga, dan masih minim optimalisasi fasilitas yang mendukung sektor pariwisata di sana,” tuturnya.
Saat ini telah dirembukkan oleh pihak Parlemen di Komisi IV dengan Dinas Kesehatan Kota untuk merencanakan Rumah Sakit di wilayah Lamaru Balikpapan Timur, karena minimnya fasilitas kesehatan juga yang menjadi perhatian penting.
“ kabar gembiranya saat ini Komisi IV meremukkan dengan Dinas Kesehatan Kota untuk merencanakan rumah sakit di Timur, wilayah Lamaru yaitu peningkatan dari puskesmas ke TPD sebagai jawaban fasilitas kesehatan, karena kasian akses rumah sakit sangat jauh sekali,” pungkasnya. (GPK/**)
Editor : Shinta Setyana

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top